Skip to main content

Pengalaman Mendapat Uang Sebagai Penulis Artikel Online

Menulis ialah salah satu hobi yang banyak digemari oleh orang di seluruh dunia, banyak pula yang jadi orang kaya dengan tulisannya. Biasanya penulis profesional menciptakan buku dari hasil tulisannya sendiri untuk dijual, kadang mereka menjadikannya sebagai ebook pula dan dipasarkan melalui media online.
Profesi penulis mungkin bukan pilihan yang banyak dilirik alasannya ialah orang akan berkata "ah aku tidak berbakat jadi penulis" atau "ah aku tidak tahu cara mendapat uang dari tulisan" dan satu lagi "tulisan aku jelek!".


Saya mengalami masa menyerupai itu dan hampir menciptakan aku menyerah, namun ternyata ada jalan, yah selalu ada jalan! Saya membaca salah satu kalimat penyemangat yang menyampaikan "tidak ada orang yang terlahir pribadi sanggup menulis".

Sejak ketika itu aku sadar bahwa semua sanggup dipelajari dan aku mulai mencoba menulis di blog, salah satunya di blog wirausahakan ini. Kalian sanggup melihat hasil goresan pena aku yang berserakan bukan?

Selama aku mencoba mendapat uang dari menulis, ada beberapa persoalan yang menciptakan aku kesulitan, diantaranya :
  1. Media menulis aku di blog dimana aku kurang paham SEO dan hasilnya pengunjung blog-nya minim sekali.
  2. Saya coba ikut kegiatan periklanan di blog namun belum mendapat hasil yang sepadan, masalahnya balik ke poin pertama.
  3. Kualitas goresan pena aku yang masih sangat buruk, bahkan tak jarang banyak yang protes alasannya ialah goresan pena aku asal-asalan (maafkan newbie yang satu ini).
  4. Saya coba menulis di portal penulis menyerupai BaBe, Baca, Vebma dan lain sebagainya namun kembali ke poin ketiga sehingga banyak yang ditolak. Saya juga sempat menulis di Liputan6, Viva, Kompasiana, Okezone, sampai lembaga detik dan lembaga lainnya.
  5. Ingin coba jual artikel di lembaga namun harganya murah banget dan kategorinya tidak aku kuasai (jangan nulis sesuatu yang tidak anda ketahui sama sekali).
Apakah aku mengalah dengan persoalan di atas?

Saya terus berguru dan belajar, bila goresan pena aku diprotes maka aku perbaiki, bila goresan pena yang aku kirimkan ke portal isu ditolak, aku perbaiki dan tulis lagi dengan lebih baik. Terus dan terus selama beberap bulan lamanya sampai hasilnya aku mulai menemukan kategori yang sesuai dan goresan pena aku mulai baik dari segi pembacaan.

Mulai dari puluhan ribu, ratusan ribu sampai jutaan Rupiah hasilnya sanggup aku dapatkan dari hasil menulis dan itu ialah hal yang sangat menyenangkan dan membanggakan untuk pemula menyerupai aku (jangan tanya SS hasil, percaya silakan, enggak juga bukan urusan saya).

Saya suka menulis dan sanggup menghasilkan uang dari goresan pena saya, semua butuh proses, semua butuh pembelajaran, semua butuh percobaan, semua butuh ketekunan, semua butuh kesabaran dan Alhamdulillah selalu ada jalan.

InshaAllah aku akan menuliskan pengalaman dan tips menulis yang baik untuk menghasilkan uang di portal menulis.

Comments

Popular posts from this blog

[Share] Diam-Diam Perundingan Harga Dari Pemborong Yang Harus Kau Tahu

Pernah gak kalian berurusan sama pemborong? Entah itu pemborong jalan, pemborong bangunan, pemborong dekorasi, pemborong cat rumah, dan lain sebagainya. Nah kalau kalian perhatikan lebih lanjut, ada momen ketika perundingan harga yang terkadang tidak kalian cermati di dalam berurusan dengan para pemborong. Misalnya saja ketika pemborong meminta harga proyek sekitar 10 juta dan kalian ngotot meminta pengurangan harga di kisaran 8 jutaan, biasanya si pemborong tetap mengiyakan saja kan? Nah ternyata ada rahasianya loh perundingan yang seakan sangat gampang itu. Saya tak sengaja menerima gosip dari salah satu pemborong dekorasi rumah yang menceritakan rahasia perundingan harga para pemborong (mungkin tidak semua). Makara ketika ada anjuran proyek, si pemborong ini niscaya dengan semaksimal mungkin akan mendapatkannya meski harga yang ditawarkan jauh dari harga awal menyerupai citra yang saya berikan di atas tadi. Namun namanya bisnis bukan untuk merugi, bukan? Nah ter...

5 Tips Sukses Bisnis Kendaraan Beroda Empat Bekas Yang Dapat Anda Coba

Bisnis jual-beli kendaraan beroda empat bekas merupakan salah satu bisnis yang banyak dijalankan di Indonesia mulai dari kota besar sampai di pinggiran. Keuntungan yang besar menciptakan banyak orang ingin terjun dalam bisnis ini pula, namun sayangnya banyak pula dari mereka yang tidak tahu belakang layar sukses bisnis kendaraan beroda empat bekas sehingga sering gagal di tengah jalan, bahkan ada pula yang belum mulai namun sudah gagal. Jika anda ingin memulai bisnis jual-beli kendaraan beroda empat bekas, ada baiknya anda mengikuti 5 langkah berikut ini supaya bisnis anda dapat menguntungkan dan cepat berkembang : 1. Kuasai warta ihwal kendaraan beroda empat dan metode bisnisnya Untuk dapat memulai bisnis jual beli kendaraan beroda empat bekas anda wajib mengetahui aneka macam hal yang dibutuhkan dalam bisnis ini. Setidaknya anda yakni orang yang paham dengan mobil, mesin, interior dan lain sebagainya yang berafiliasi dengan mobil. Bisnis jual-beli kendaraan beroda ...

Nah Loh! Kebijakan Pendaftaran Kartu Sim Menciptakan Penjual Kartu Perdana Rugi

Pemerintah melalui kominfo memutuskan kebijakan perihal pendaftaran kartu SIM yang dipakai masyarakat dimana satu NIK hanya dapat dipakai untuk pendaftaran 3 kartu SIM dari 1 operator seluler. Sepertinya bukan problem serius untuk orang biasa, namun menjadi problem serius bagi sebagian orang yang memang membutuhkan banyak kartu SIM untuk bisnisnya. Pada dasarnya masyarakat patuh dengan kebijakan pemerintah dan mereka mulai meregistrasi ulang kartu SIM miliknya sesuai dengan peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan sebelumnya. Awal pendaftaran ialah 31 Oktober 2017 dan simpulan batasnya ialah 28 Februari 2018 dimana kalau tidak melaksanakan pendaftaran maka siap-siap saja kartu SIM akan diblokir. Masalah mulai timbul untuk para pedagang yang fokus pada kartu perdana sebab dengan adanya peraturan ini, mudah menciptakan banyak pedagang akan kehilangan omsetnya akhir pembeli yang tidak akan banyak memakai kartu perdana sebab ada pembatasan. Saya sendiri pernah menjajali ...